Selasa, 22 November 2016

BAHASA DAERAH

Indonesia negara dengan bermacam-macam kebudayaan , bahasa, upacara adat dan lain-lain nya. Bahasa yang digunakan di negara Indonesia adalah  bahasa Indonesia. Namun karena Indonesia mempunyai banyak suku, jadi ada bermacam-macam bahasa di Indonesia , seperti bahasa jawa, bahasa sunda , bahasa Madura, bahasa batak, bahasa aceh.
Namun karena aku sendiri berasal dari Jawa, jadi aku akan menjelaskan tentang bahasa Jawa.
BAHASA JAWA adalah bahasa yang digunakan penduduk bersuku Jawa, di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain itu, bahasa jawa juga digunakan oleh penduduk yang tinggal di beberapa daerah lain seperti Banten ( terutama Serang, Cilegon,dan Tangerang) serta Jawa Barat( terutama daerah pantai utara yang meliputi Karawang,Subang,Indramayu, dan Cirebon). Bahasa jawa, terbagi menjadi 2 yaitu bahasa jawa halus dan bahasa jawa kasar, bahasa jawa halus biasanya digunakan di daerah sekitar ibu kota Jawa Tengah contohnya: Solo,Semarang, dan Yogyakarta. Untuk bahasa jawa Kasar kebanyakan digunakan di daerah sekitar pantai utara dan pantai selatan, namun untuk  wilayah Jawa Timur bahasa jawanya kebanyakan sama dengan bahasa jawa yang ada di daerah Jawa Tengah. Tapi , daerah barat Jawa Timur cara bicara masyarakatnya sedikit lebih lantang atau tegas, bahasa ini ada di daerah Madura.
Tata Bahasa
Tingkat pitutur dalam bahasa Jawa dibagi menjadi tiga yaitu tingkat pitutur ngoko, tingkat pitutur madya dan tingkat pitutur karma. Atau secara umum dibagi menjadi dua saja yaitu tingkat pitutur ngoko dan tingkat pitutur karma.
Tembung atau dalam bahasa Indonesia “KATA”. Tembung dapat dirangkai menjadi kalimat:
·         Montor = sepeda motor
·         Maca     = membaca
·         Turu       = tidur
·         Aku        = aku
·         Kowe     = kamu
Semua tentu sudah pada tahu kan  yang namanya tembung (kata) dalam bahasa Jawa, mungkin agak bingung untuk membedakan antara tembung dan wanda, ukara dan aksara.
·         Aksara = huruf.
·         Wanda = suku kata.
·         Tembung = Kata.
·         Ukara = Kalimat.

Nah… sudah mengerti kan tentang bahasa jawa dari pengertian di atas. sooo.... mari kita lestarikan bahasa kita....



Sabtu, 19 November 2016

Pakaian Adat Tradisional Indonesia

   Indonesia memiliki banyak kebudayaan yang beraneka ragam kebudayaan itu yaitu kebudayaan etnik dan kebudayaan, kebudayaan Indonesia ada sejak sumpah pemuda atau sejak Indonesia merdeka. sehingga kebudayaan yang ada sangat perlu dilestarikan dan dikembangkan oleh generasi muda saat ini, agar kekayaan kebudayaan yang dimiliki Indonesia selalu terlihat dan dipandang oleh negara lain bahwa betapa banyaknya kesenian budaya yang telah dilestarikan dan dibudayakan oleh bangsa kita, dan jangan sampai kebudayaan yang kita miliki di rebut atau diakui sebagai kebudayaan bangsa lain.
   Salah satu contohnya adalah pakaian adat tradisional Indonesia, diantaranya adalah batik, kebaya, dan lain-lain, bangsa yang maju adalah bangsa yang bangga dan menghargai akna kebudayaan nya sendiri, dari kebudayaan suatu bangsa dapat dilihat dari kemajuan dan intelektual masyarakat bangsa tersebut. Indonesia yang memiliki beragam kebudayaan dari 33 provinsi, beragam agama,beragam suku yang dapat menarik perhatian dunia adalah batik Indonesia, kesenian batik adalah kesenian menggambar motif diatas kain untuk pakaian keluarga raja pada zaman dahulu, batik adalah warisan asli kebudayaan Indonesia yang harus terus dijaga dan dilestarikan karena batik mempunyai nilai kearifan yang mengakar, dari sisi ornamentasi keselarasan, proses pembuatannya, hingga cara mengapresiasikannya, keunikan motif, serta corak yang dihasilkan dari batik-batik di berbagai daerah merupakan kekuatan bagi kekayaan seni budaya Indonesia dan belum ada di negara manapun yang memiliki kekayaan rancangan motif yang unik pada batik seperti yang dimiliki bangsa Indonesia.
   Di Indonesia maupun di dunia batik telah memiliki tempat dihati masyarakat.  Jawa Tengah adalah daerah yang terkenal akan kerajinan produk batiknya. Hal ini disebabkan oleh sejarah batik tersebut, yang merupakan budaya yang lahir dari keajaiban-keajaiban kuno di Jawa dan berkembang pesat di daerah tersebut hingga sekarang. Seiring perkembangan waktu batik menjadi tradisi turun-temurun. Jadi desain batik juga sangat  beragam begitu juga dengan model batik dan kini batik pun telah beranjak dipakai oleh orang dari berbagai lapisan masyarakat.
   Dalam beberapa catatan, perkembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram. Pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta. Jadi kesenian batik di Indonesia ini telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang pada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Yang lama kelamaan kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Kemudian, batik yang sebelumnya hanya pakaian biasa keluarga keraton, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Adapun bahan-bahan pewarna yang dipakai, yaitu terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang di buat sendiri diantaranya dari indigo, tarum, nila, soga, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur. Oleh karena itu, begitu indahnya kebudayaan seperti batik yang dimiliki Indonesia dengan cara pembuatan yang sangat sederhana dan menarik dengan buatan tangan sendiri.
   Jadi , kita sebagai generasi penerus bangsa ini, mari kita melestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia ini , walaupun kita berbeda suku dan budaya ataupun kita berbeda agama kita tetap Bhineka Tunggal Ika, jangan sampai kebudayaan Indonesia diakui dan miliki oleh negara lain karena generasi penerus kebudayaan kita sudah tidak peduli dengan kebudayaan nya.

(Pakaian adat Solo Puteri) 
(Kutu Baru) 



Rabu, 02 November 2016

KEDIRI BUMI PANJI

Cerita panji berlatar belakang sejarah kerajaan di Jawa Timur ( Panjalu dan Jenggala). Panji Asmarabangun dan Dewi Sekartaji merupakan 2 tokoh sentral dalam kisah cerita Panji ( Ande-Ande Lumut), dibalik cerita pengembaraan, peperangan dalam perjalanan kisah cinta Panji Asmarabangun dan Dewi Sekartaji terkandung nilai – nilai kearifan local yang luhur yaitu ketuhanan, keselarasan manusia dengan alam, dan nilai kesatriaan ( keadian dan kebenaran). Keteladanan dalam kepemimpinan yang mementingkan kepentingan rakyat di atas kepentingan diri sendiri.
Pada cerita Ande – Ande Lumut , Panji Asmarabangun dapat digambarkan sebagai seorang suami yang penyayang dan setia kepada istrinya, berbagai usaha dilakukannya agar dapat menemukan kembali istrinya, meskipun harus menyamar dan tinggal di desa bersama seorang janda tua. Demikian pula pada tokoh Kleting Kuning ( Dewi Sekartaji) dapat digambarkan bahwa dia seorang wanita yang sabar , setia, dan tidak tergoda oleh pria lain, berkat kesabaran dan kesetiannya Dewi Sekartaji dapat bertemu kembali dengan suaminya dan mereka pun hidup bahagia.
Cerita Panji merupakan kisah periode Jawa klasik pada zaman Kerajaan Kadiri.Pemeran tokoh sentralnya Panji Inu Kertapati atau Panji Asmarabangun dengan Dewi Asmarabangun atau Galuh Candrakirana.Berbagai cerita dengan versi yang berbeda telah menyebar di daerah Bali, Kalimantan dan Sumatera.Sejumlah negara tetangga yang memiliki cerita Panji seperti Myanmar, Thailand, Malaysia, Kamboja dan Philipina. Nono, salah satu seniman dan pegiat sastra di Kediri menyebutkan, selain ada persamaan juga ada perbedaan cerita Panji yang berkembang di Indonesia dengan yang ada di Thailand.
Untuk semakin menarik para wisatawan luar maupun dalam negeri, dan untuk menambah wawasan masyarakat tentang tokoh Panji, Kediri mengangkat kembali kisah Panji dengan menciptakan “Tari Panji Gumelar” tari ini menceritakan tentang perwujudan Panji yang menarik, terampil,lembut,kreatif dan cerdas, selain tari “ Panji Gumelar Sasanti” ada juga tari “ Umbul-Umbul Panji Gumilang “ yang menceritakan prajurit panji  yang sedang gegladen atau berlatih perang dan mengandung filsafat ajaran untuk menanamkan semangat menatap masa depan yang cerah serta mewarisi semangat para leluhur pengukir sejarah Kediri. Kandungan nilai – nilai yang ada pada cerita Panji patut diteladani anak-anak muda zaman sekarang yang tengah terpengaruh oleh budaya – budaya barat , dan melupakan budayanya sendiri.


“ mari kita jaga dan lestarikan budaya kita “
(siapa lagi kalau bukan kita ) 




"TARI PANJI GUMELAR SASANTI" 


" TARI UMBUL - UMBUL PANJI GUMILANG  "